Mahasiswa Pariwisata Syariah UIN SATU Tulungagung Ikuti Sarasehan Hilirisasi Budidaya Ikan untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Desa

Kontributor:

Tulungagung – Mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung semester VI mengikuti kegiatan perkuliahan luar kelas melalui Sarasehan bertema “Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Hilirisasi Budidaya Ikan di Desa Karangrejo” yang diselenggarakan di Warung Kopi Madialog, Desa Karangrejo, Kabupaten Tulungagung pada 18 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Pariwisata Syariah dengan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) sebagai implementasi pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) bersama dosen praktisi, Bapak Andi Yuwono, S.Sos., M.Si.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan destinasi wisata berkelanjutan. Melalui pendekatan pembelajaran langsung di lapangan, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai strategi hilirisasi sektor perikanan sebagai salah satu potensi ekonomi desa yang mampu dikembangkan menjadi produk unggulan sekaligus daya tarik wisata berbasis masyarakat.

Hadir sebagai narasumber, Robinson Parsaoran Nadeak, S.H., M.H., selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, memaparkan berbagai peluang pengembangan sektor budidaya ikan serta pentingnya hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah produk perikanan daerah. Materi tersebut memberikan perspektif baru kepada mahasiswa mengenai pentingnya integrasi antara sektor primer dengan sektor jasa, termasuk pariwisata.

Sementara itu, Andi Yuwono, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Umum ASIDEWI sekaligus dosen praktisi Program Studi Pariwisata Syariah, menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada kekuatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal.

“Pariwisata yang berkelanjutan lahir dari masyarakat yang berdaya. Hilirisasi budidaya ikan merupakan salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif sekaligus pengalaman wisata yang bernilai edukatif,” ungkap Andi Yuwono di hadapan peserta.

Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan dari Teguh Hartono, Senior SOHO Officer, mengenai pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat, serta Muhammad Mufidul Umam, Senior Marketing ACI, yang membahas strategi pemasaran dan penguatan jejaring usaha berbasis komunitas.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mendorong mahasiswa belajar secara kontekstual melalui interaksi langsung dengan para praktisi, pemerintah, dan komunitas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai pembangunan pariwisata berkelanjutan, tetapi juga mampu mengidentifikasi peluang integrasi antara sektor perikanan, ekonomi kreatif, dan pariwisata syariah sebagai strategi pengembangan desa wisata. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan dalam merancang model pemberdayaan masyarakat yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan ASIDEWI menjadi salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi lokal melalui pengembangan potensi desa berbasis kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan. (Humas Febi)

Skip to content