Tulungagung – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Guiding Practice: Interactive Tour Guiding for Better Tourist Experience pada 22 Mei 2026 di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah dari berbagai angkatan sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang kepemanduan wisata (tour guiding).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Pariwisata Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan Kampung Coklat Blitar dalam menghadirkan pengalaman belajar di luar kampus (experiential learning). Melalui praktik langsung di destinasi wisata, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan teori kepemanduan yang telah dipelajari di kelas ke dalam situasi nyata yang dihadapi seorang pemandu wisata profesional.

Ketua HMPS Pariwisata Syariah menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan keterampilan mahasiswa, khususnya dalam membangun komunikasi yang efektif, menyampaikan interpretasi destinasi, serta memberikan pelayanan yang berkualitas kepada wisatawan.
“Seorang pemandu wisata tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali pengalaman praktik secara langsung agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri pariwisata,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti praktik kepemanduan lewat memandu praktek manasik haji anak TK yang termasuk dalam paket wisata manasik haji yang dimiliki oleh Kampung Coklat Blitar. Hal ini bisa melatih mahasiswa dalam opening tour, penyampaian interpretasi mengenai daya tarik wisata, penguasaan public speaking, komunikasi interpersonal, storytelling, pengelolaan kelompok wisata serta menghadapi berbagai karakter wisatawan. Seluruh peserta memperoleh kesempatan untuk tampil sebagai pemandu wisata secara bergantian dengan didampingi oleh praktisi sebagai evaluator.

Pemilihan Kampung Coklat Blitar sebagai lokasi kegiatan memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran. Sebagai salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Jawa Timur, Kampung Coklat menghadirkan berbagai potensi pembelajaran mulai dari wisata edukasi, agrowisata, industri kreatif berbasis kakao, hingga pengelolaan destinasi yang mengedepankan pengalaman pengunjung (visitor experience). Kondisi tersebut menjadi media belajar yang ideal bagi mahasiswa untuk memahami praktik kepemanduan secara komprehensif.
Apresiasi diberikan kepada HMPS yang telah menginisiasi kegiatan akademik berbasis praktik sebagai bentuk pengembangan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan kepemanduan merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan Program Studi Pariwisata Syariah, mengingat peran pemandu wisata menjadi ujung tombak dalam membangun citra destinasi sekaligus memberikan pengalaman yang berkualitas kepada wisatawan.

Selain meningkatkan kemampuan teknis kepemanduan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai semester. Melalui interaksi lintas angkatan, peserta dapat saling berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai praktik terbaik dalam pelayanan wisata, serta membangun budaya belajar yang kolaboratif di lingkungan Program Studi Pariwisata Syariah.
Kegiatan Guiding Practice: Interactive Tour Guiding for Better Tourist Experience menjadi salah satu implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan Program Studi Pariwisata Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pendekatan ini menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman nyata agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata.
Melalui sinergi antara Program Studi, HMPS, dan mitra industri, diharapkan mahasiswa mampu berkembang menjadi pemandu wisata yang profesional, komunikatif, adaptif, serta memiliki kemampuan memberikan pengalaman wisata yang berkualitas sesuai dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan nilai-nilai pariwisata syariah. (Humas Febi)