Tulungagung – Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja melalui penyelenggaraan Magang Tematik Geospasial bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung. Program yang diikuti oleh mahasiswa semester VI ini dilaksanakan selama satu semester penuh sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program magang ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan pemerintahan, sekaligus terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pemetaan wilayah dan pengelolaan data geospasial. Selama satu semester, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai sistem informasi geospasial, tetapi juga mengembangkan keterampilan teknis melalui praktik lapangan dan pengolahan data yang menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Kegiatan Magang Tematik Geospasial merupakan inisiasi dari Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Muniri, M.Pd. Program ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang pemanfaatan teknologi geospasial.
Dalam pelaksanaan magang, mahasiswa diterjunkan secara langsung ke berbagai lokasi di Kabupaten Tulungagung untuk melakukan observasi lapangan, mengidentifikasi potensi wilayah, serta melakukan penentuan titik koordinat (geotagging) menggunakan perangkat dan metode pemetaan yang sesuai dengan standar geospasial. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena mereka terlibat langsung dalam proses pengumpulan data yang nantinya digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan.
Selain kegiatan lapangan, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai proses input, validasi, dan pengolahan data geospasial melalui aplikasi yang telah disediakan oleh Bappeda Kabupaten Tulungagung. Dengan pendampingan dari tim teknis Bappeda, mahasiswa mempelajari tahapan pengelolaan data mulai dari pengumpulan informasi di lapangan hingga penyajian data dalam bentuk digital yang siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan.
Dr. Muniri, M.Pd. menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembangunan.
Bagi Program Studi Pariwisata Syariah, kompetensi geospasial memiliki peran yang semakin penting dalam pengembangan destinasi wisata. Kemampuan melakukan pemetaan potensi wisata, menganalisis aksesibilitas, menentukan sebaran daya tarik wisata, hingga menyusun basis data destinasi merupakan kompetensi yang dibutuhkan dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis bukti (evidence-based tourism planning).

Ketua Program Studi Pariwisata Syariah menyampaikan bahwa kegiatan magang ini menjadi salah satu bentuk implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan keseimbangan antara penguasaan teori dan pengalaman praktik. Melalui pembelajaran di luar kampus, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan permasalahan nyata, bekerja secara kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata.
Kerja sama antara Program Studi Pariwisata Syariah dan Bappeda Kabupaten Tulungagung diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif lainnya, seperti penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan data pariwisata, hingga penyusunan kajian pembangunan daerah. Sinergi ini menjadi wujud nyata komitmen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Dengan pengalaman magang selama satu semester, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai tata kelola pemerintahan dan sistem informasi geospasial, tetapi juga memiliki bekal kompetensi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya pada bidang perencanaan dan pengembangan destinasi wisata berbasis data.
