FEBI Kirim Delegasi Dosen ke Journal Article Mastery Bootcamp Batch ke-158 Irwan Abdullah Scholar Foundation

Kontributor:

Delegasi FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengikuti Journal Article Writing Mastery Bootcamp Batch ke-158, 5–8 Agustus 2026.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengirimkan delegasi dosen mengikuti Journal Article Mastery Bootcamp di Irwan Abdullah Scholar Foundation (IAS), 5–8 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Jl. Puntadewa No. 12, Banjarsari RT 06/12, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Bootcamp ini merupakan angkatan ke-158 yang diselenggarakan IAS. Jumlah tersebut menunjukkan konsistensi lembaga dalam mendampingi dosen dari berbagai perguruan tinggi menembus jurnal internasional bereputasi.

Pengiriman delegasi merupakan bagian dari agenda peningkatan kapasitas dosen FEBI, khususnya pada kemampuan menulis artikel bertaraf Scopus. Sasarannya adalah dosen dari jenjang asisten ahli hingga lektor kepala yang tengah menyiapkan diri menuju jabatan guru besar.

Delegasi dipimpin langsung Dekan FEBI, Prof. Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag., bersama Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III. Turut serta Dr. Deny Yudiantoro, S.AP., M.M., Dyah Pravitasari, M.S.A, Dianita Meirini, S.A., M.Si., Firda Zulfa Fahriani, M.Sy., Badara Shofi Dana, S.E., M.Si., serta Lativa Hartiningtyas, M.Pd.

 “Publikasi internasional bukan sekadar syarat kenaikan pangkat. Ia adalah cara fakultas menegaskan kontribusi keilmuannya.” — Prof. Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag., Dekan FEBI

Sesi pembuka membahas pemilihan jurnal yang aman. Peserta diperkenalkan pada ciri dangerous journal, yakni jurnal hasil cloning dan jurnal berstatus discontinued. Verifikasi reputasi jurnal menjadi langkah wajib sebelum naskah dikirim. Penggunaan reference manager juga ditekankan untuk memudahkan perpindahan antartemplate jurnal.

Inti materi hari pertama adalah paradigma SPINS: Specific, Powerful, Important, Novelty, Supported. Artikel yang spesifik memperoleh ceruk lebih kuat. Powerful berarti mengandung kontroversi. Important berarti riset berdampak pada banyak aspek kehidupan. Novelty harus terukur dan layak dibahas. Supported berarti didukung data yang cukup untuk menarik kesimpulan.

Mentor turut memperkenalkan kerangka CCTES — Controversy, Change, Trend, Emergency, Solution — sebagai cara menempatkan posisi artikel. Tren yang sedang berubah penting dijelaskan, namun cakupannya harus dibatasi agar tidak meluas. Kebaruan dan kedalaman ditegaskan sebagai pembeda utama artikel berkualitas.

Mentor menegaskan bahwa menulis tidak sulit bila dilakukan konsisten. Cukup satu paragraf setiap hari. Peserta juga diajak realistis menyikapi Article Processing Charge (APC), termasuk strategi memilih jurnal dengan APC terjangkau dan SJR yang sesuai. Kewajiban menyatakan penggunaan AI dalam artikel turut disampaikan.

Struktur artikel diperkenalkan melalui kerangka “Return Scopus” dengan urutan: pendahuluan berisi tujuan, pendahuluan berisi argumen atau hipotesis, metode, hasil, pembahasan, dan simpulan. Kesalahan paling umum, menurut mentor, terletak pada bagian pendahuluan — terutama penempatan tinjauan pustaka.

Kata “kontribusi” harus muncul jelas agar editor mudah menemukan sumbangan riset terhadap bidang keilmuan. Kata kunci sebaiknya dijelaskan di dalam tinjauan pustaka secara berurutan. Peserta juga dikenalkan pada dua tipe artikel: menemukan masalah (novelty problem) dan menemukan solusi (new solution). Keduanya bermuara pada upaya menjawab research gap, dengan tinjauan pustaka mengikuti alur Theory → Concept → Variable → Indicator → Data.

Setiap hasil penelitian ditegaskan harus didukung tiga unsur: tabel, referensi atau survei, dan grafik. Kesesuaian template menjadi perhatian editor, termasuk kecermatan penempatan referensi. Pendahuluan yang baik dibangun dari tiga komponen — membangun konteks, mengidentifikasi masalah, dan menyatakan kontribusi.

Untuk abstrak, mentor menekankan penyusunan argumen singkat, bukan sekadar ringkasan isi. Abstrak dibuka dengan konteks yang tajam dan menyatakan target riset secara eksplisit. Kalimat ditulis aktif dan hidup.

Teknik paragraf diperkenalkan melalui pola PREC 1-2-3-1: Point satu kalimat, Reason dua kalimat, Evidence tiga kalimat, dan Conclusion satu kalimat. Perbedaan hasil dan pembahasan turut dipertegas — hasil berbicara tentang data, sedangkan pembahasan merupakan interpretasi yang meninjau literatur.

Hari terakhir merupakan sesi finalisasi artikel sekaligus penutupan program. Peserta menyempurnakan draf masing-masing dengan menerapkan seluruh materi: paradigma SPINS, struktur “Return Scopus”, pola paragraf PREC, penyajian data, dan penulisan abstrak. Sesi ini mencakup proofreading, penyelarasan naskah dengan template jurnal tujuan, perapian sitasi melalui reference manager, serta pemeriksaan akhir terhadap kebaruan dan kontribusi artikel.

Kegiatan ditutup secara resmi oleh tim IA Scholar Foundation. Penutupan diisi refleksi, evaluasi program, dan arahan tindak lanjut untuk proses submission ke jurnal tujuan, lalu diakhiri sesi foto bersama. FEBI menargetkan kegiatan ini melahirkan artikel siap submit dari seluruh peserta, sekaligus membentuk kelompok riset yang produktif secara berkelanjutan. (Humas Febi – FZF)

Skip to content