Tulungagung – Rabu, 12 November 2025.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Manajemen Risiko Pembangunan Nasional/Daerah Lintas Sektor” di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UIN SATU Tulungagung. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. Ir. Sugeng Santoso, MT, QRGP, CGRE, selaku Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 40 dosen dan pimpinan FEBI UIN SATU Tulungagung, serta perwakilan mahasiswa. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk komitmen FEBI untuk terus menghadirkan ruang dialog akademik yang relevan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

Dalam paparannya, Dr. Sugeng Santoso menjelaskan secara komprehensif mengenai arah kebijakan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) yang kini menjadi bagian penting dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Beliau menekankan bahwa MRPN merupakan instrumen strategis untuk memastikan setiap program pembangunan nasional dan daerah berjalan adaptif terhadap risiko, baik di bidang pangan, ekonomi maritim, maupun ketahanan lingkungan.
Lebih lanjut, narasumber juga menguraikan implementasi kebijakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan nasional yang berdaya tahan dan inklusif.
Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta memberikan beragam pertanyaan seputar penerapan MRPN di tingkat daerah, peluang riset kolaboratif, serta relevansi kebijakan risiko dengan pengembangan ekonomi syariah. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian sivitas akademika terhadap isu-isu pembangunan nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan kajian akademik yang berbasis pada tata kelola risiko, ketahanan pangan, dan keberlanjutan pembangunan. Kegiatan seminar ini juga diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama riset kebijakan antara FEBI dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
“Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam memperkuat kapasitas kebijakan publik. Sinergi antara akademisi dan pemerintah merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan yang tangguh dan inklusif,” ujar Dr. Sugeng dalam sesi pemaparannya.
Seminar kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, penuh antusiasme, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

