FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Hadiri The 5th Annual International Conference on Islamic Economics (AICIE) 2026

Kontributor:

Ponorogo, 14 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut berpartisipasi dalam The 5th Annual International Conference on Islamic Economics (AICIE) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Selasa (14/7/2026).

Konferensi internasional yang mengangkat isu-isu strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah ini diikuti oleh akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan Opening Ceremony yang berlangsung secara khidmat.

Acara pembukaan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, sambutan Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., serta keynote speech dari Dekan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Assoc. Prof. Dr. Aji Damanuri, M.E.I.. Rangkaian pembukaan semakin semarak dengan penampilan Tari Bedhaya, doa bersama, dan penutupan sesi pembukaan.

Memasuki agenda utama, konferensi menghadirkan tiga pembicara internasional yang memberikan perspektif komprehensif mengenai perkembangan ekonomi Islam global. Narasumber pertama, Dr. Maria Bhatti dari Western Sydney University, Australia, menyampaikan materi secara daring mengenai perkembangan riset ekonomi Islam dalam konteks global. Selanjutnya, Prof. Dr. Muhammad Akhyar Adnan dari Universitas YARSI Indonesia memaparkan berbagai tantangan dan peluang pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Sementara itu, pembicara ketiga, Prof. Dr. Mehmet Asutay dari Durham University, United Kingdom, juga hadir secara daring dengan menyampaikan gagasan mengenai penguatan Islamic finance dan sustainability dalam perspektif internasional.

Sesi pleno berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan para narasumber. Berbagai isu mengenai inovasi ekonomi syariah, tata kelola lembaga keuangan Islam, keberlanjutan (sustainability), digitalisasi ekonomi, hingga tantangan implementasi ekonomi Islam menjadi topik yang banyak mendapat perhatian dari peserta konferensi.

Setelah istirahat dan pelaksanaan salat Zuhur, kegiatan dilanjutkan dengan Parallel Session yang terbagi ke dalam 13 cluster. Pada sesi ini, para peneliti mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan moderator dan reviewer sesuai bidang keilmuan masingmasing sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah internasional.

Di sela-sela pelaksanaan konferensi, delegasi FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung juga melaksanakan kegiatan benchmarking dengan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarlembaga sekaligus bertukar pengalaman mengenai pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi, tata kelola jurnal ilmiah, akreditasi program studi, internasionalisasi, serta strategi peningkatan kualitas penelitian dan publikasi dosen maupun mahasiswa.

Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif, kedua fakultas saling berbagi praktik baik (best practices) dalam pengembangan institusi serta menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun penyelenggaraan kegiatan akademik berskala nasional dan internasional (Humas FEBI – BTS).

Skip to content