Perkuat Kompetensi Heritage Tourism, Mahasiswa Pariwisata Syariah UIN SATU Ikuti Sarasehan dan City Heritage Tour Blitar Raya Bersama ASIDEWI

Kontributor:

Tulungagung – Sebagai upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang pengelolaan pariwisata berbasis warisan budaya (heritage tourism), Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengirimkan perwakilan mahasiswa bersama dosen untuk mengikuti kegiatan Sarasehan “Napak Tilas Jejak Kolonial di Bumi Blitar Raya” yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) bersama dosen praktisi Andi Yuwono, S.Sos., M.Si.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kesenian Istana Gebang (Rumah Bung Karno), Kota Blitar, pada 5 Mei 2026 ini menghadirkan berbagai akademisi, pemerhati sejarah, budayawan, dan praktisi pariwisata yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian warisan sejarah dan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung bagaimana narasi sejarah dapat diangkat menjadi daya tarik wisata yang bernilai edukatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sarasehan menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Antonius Martinus Geul, tokoh nasionalis berkebangsaan Belanda yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap sejarah Indonesia; Rike Rochmawati, S.STP., M.M., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar; Andi Yuwono, S.Sos., M.Si., Ketua Umum ASIDEWI sekaligus dosen praktisi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Farikha Niam Fauzi, S.Ark., arkeolog dan Ahli Pertama Pamong Budaya; seniman Lucia Krismanti Wasonowulan melalui pertunjukan puisi (Poem Perform Art); serta Prabowo dari Komunitas Blitar Tempo Doeloe.

Dalam pemaparannya, Andi Yuwono, S.Sos., M.Si. menekankan bahwa pengembangan wisata sejarah tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan situs atau bangunan bersejarah, tetapi juga memerlukan kemampuan mengemas cerita, interpretasi, serta keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pelestarian warisan budaya.

“Heritage tourism bukan sekadar mengunjungi bangunan tua, tetapi bagaimana sejarah tersebut dapat diinterpretasikan menjadi pengalaman yang bermakna bagi wisatawan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap identitas daerahnya,” ungkap Andi Yuwono.

Usai sesi sarasehan, seluruh peserta mengikuti City Heritage Tour Blitar Bumi Bung Karno dengan mengunjungi berbagai situs bersejarah peninggalan kolonial, antara lain kawasan makam Belanda, bangunan-bangunan kolonial, museum perjuangan PETA, hingga kawasan bekas gudang bubuk dan bekas pabrik kopi di pusat Kota Blitar. Kegiatan lapangan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengamati potensi wisata heritage, teknik interpretasi destinasi, serta pengelolaan aset budaya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Program Studi Pariwisata Syariah untuk memperluas ruang belajar di luar kelas melalui kolaborasi dengan organisasi profesi dan komunitas yang bergerak di bidang kepariwisataan, sejarah, dan kebudayaan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman empiris dalam memahami dinamika pengembangan destinasi wisata.

Melalui partisipasi dalam Sarasehan dan City Heritage Tour ini, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai aset strategis dalam pembangunan pariwisata Indonesia. Selain itu, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan konsep wisata sejarah yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai pariwisata syariah yang mengedepankan kemaslahatan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi yang terus terjalin antara Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan ASIDEWI menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian sejarah, budaya, dan pembangunan destinasi wisata berbasis kearifan lokal. (Humad Febi)

Skip to content