Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf UIN SATU Tulungagung Lakukan Peninjauan Kurikulum Bersama OPZ se-Karesidenan Kediri

Kontributor:

Tulungagung – Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar kegiatan Peninjauan Kurikulum pada 11 Februari 2024 bertempat di Meeting Room Lantai 2 Gedung Saifudin Zuhri. Kegiatan ini melibatkan berbagai Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) se-Karesidenan Kediri sebagai bagian dari upaya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri zakat dan wakaf.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang terdiri atas Dekan, para Wakil Dekan, serta Koordinator Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf. Turut hadir para stakeholder dari OPZ se-Karesidenan Kediri, di antaranya perwakilan BAZNAS, LAZISNU, LAZISMU, Nurul Hayat, Persada, dan Yatim Mandiri. Selain itu, mahasiswa Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf juga dilibatkan sebagai bagian dari sivitas akademika yang merasakan langsung implementasi kurikulum.

Kegiatan peninjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengkaji kembali kurikulum Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf yang selama ini telah diterapkan. Evaluasi dilakukan guna memastikan bahwa kurikulum tetap relevan, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan regulasi, teknologi, serta kebutuhan dunia industri pengelolaan zakat dan wakaf.

Dalam forum diskusi, para perwakilan OPZ memberikan berbagai masukan konstruktif terkait kompetensi yang dibutuhkan di lapangan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain

penguatan manajemen kelembagaan zakat, digitalisasi penghimpunan dan pendistribusian dana, tata kelola berbasis good governance, pelaporan keuangan syariah, serta peningkatan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan etika profesi amil.

Dekan FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi industri. Menurutnya, kurikulum yang disusun harus mengacu pada kebutuhan riil dunia kerja agar lulusan memiliki daya saing dan kesiapan profesional.

“Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, masukan dari OPZ menjadi sangat penting agar lulusan Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf benar-benar siap terjun sebagai pengelola zakat dan wakaf yang kompeten dan amanah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu akademik dan memperkuat jejaring kelembagaan. Peninjauan kurikulum ini diharapkan mampu menghasilkan pembaruan yang strategis, sehingga lulusan MAZAWA tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga profesional dan relevan dengan kebutuhan industri zakat dan wakaf di tingkat regional maupun nasional.

Skip to content