Dalam sesi pertemuan tersebut, delegasi dari IAIN Kudus menjelaskan tentang kurikulum yang mereka terapkan, metode pengajaran, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa program studi Manajemen Zakat dan Wakaf. Mereka juga berbagi pengalaman dalam mengembangkan jaringan kerjasama dengan lembaga dan organisasi terkait di dalam dan luar negeri.
Selain itu, delegasi dari IAIN Kudus juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi fasilitas laboratorium, perpustakaan, dan pusat riset yang ada di sini. Mereka melihat secara langsung bagaimana UIN SATU Tulungagung menerapkan prinsip-prinsip manajemen zakat dan wakaf dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat.
Dalam kesimpulan sesi benchmarking, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerjasama yang lebih erat di masa depan. IAIN Kudus berharap dapat mengadopsi beberapa inovasi dan praktik terbaik dari UIN Satu Tulungagung untuk meningkatkan akreditasi dan mutu program studi Manajemen Zakat dan Wakaf mereka.
Kegiatan benchmarking antara IAIN Kudus dan UIN Satu Tulungagung ini menjadi bukti komitmen keduanya dalam meningkatkan pendidikan dan pengembangan program studi yang berkualitas di bidang manajemen zakat dan wakaf. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas serta penelitian yang inovatif di bidang ini.



