Dosen dan Mahasiswa FEBI UIN SATU Berkontribusi dalam AICIF 2026, Perkuat Budaya Akademik dan Keilmuan Ekonomi Syariah Global

Kontributor:

Tangerang Selatan, 14 Oktober 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya akademik dan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF 2026). Konferensi yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Serpong & Conference Center, Tangerang Selatan, ini mengangkat tema “Islamic Finance in the Contemporary Global Economy: Innovation, Stability, and Sustainability” sebagai ruang pertukaran gagasan, pengembangan penelitian, serta kolaborasi akademik lintas negara.

Forum ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Daftar pemakalah mencakup institusi dari Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Ghana, dan Singapura. Keberagaman latar belakang akademik dan negara tersebut memperkaya perspektif keilmuan sekaligus membuka ruang dialog mengenai tantangan ekonomi syariah dalam menghadapi transformasi digital, ketidakpastian ekonomi, ketimpangan sosial, dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sesi Parallel Paper Presentations pada Rabu (14/10/2026), enam nama dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tercantum sebagai pemakalah dengan topik penelitian yang beragam dan relevan dengan perkembangan ekonomi syariah kontemporer. Mereka adalah Vida Maria Ulfa, Badara Shofi Dana, Karina Eka Nur Afifah, Dedi Suselo, Rendra Erdkhadifa, dan Dyah Pravitasari. Keterlibatan perwakilan dosen dan mahasiswa FEBI ini menjadi bagian dari upaya membangun tradisi akademik yang produktif, kompetitif, terbuka terhadap pertukaran pengetahuan, dan berorientasi pada kontribusi ilmiah.

Pada bidang digitalisasi keuangan syariah, Vida Maria Ulfa mengangkat penelitian berjudul “Digital Waqf Governance in Indonesia: A PRISMA-Based Review for Sustainable Development”. Kajian tersebut berfokus pada tata kelola wakaf digital dan relevansinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, dalam rumpun ekonomi hijau dan keuangan berkelanjutan, Badara Shofi Dana tercatat membawakan paper “The Role of Green Sukuk in Facilitating the Transition Toward Green Economies in Indonesia: A Spatial-Nonlinear Approach”. Pada sesi yang sama, Karina Eka Nur Afifah mengangkat penelitian “Hybrid Islamic Blue Accounting Framework: Sustainability Gaps Among Madurese Fishermen, East Java”, yang menempatkan keberlanjutan ekonomi pesisir dan akuntansi berbasis nilai Islam sebagai perhatian akademik.

Kontribusi FEBI juga terlihat pada bidang keuangan sosial Islam dan pembangunan inklusif melalui paper Dedi Suselo berjudul “From Charity to Social Investment: SROI of Productive Zakat in Indonesia”. Kajian ini menawarkan perspektif pengukuran nilai sosial melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI), sehingga keberhasilan pengelolaan zakat produktif tidak hanya dipahami berdasarkan jumlah dana yang disalurkan, tetapi juga melalui nilai manfaat dan perubahan sosial ekonomi yang dihasilkan.

Pada rumpun transformasi ekonomi dan studi komparatif, Rendra Erdkhadifa tercatat menyajikan penelitian mengenai determinan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat, dengan perhatian pada pertumbuhan ekonomi, upah, partisipasi angkatan kerja, dan tingkat pendidikan. Adapun Dyah Pravitasari, dalam rumpun pendidikan dan pengembangan keuangan Islam, mengangkat penelitian “The Influence of Social Environment, Parental Income, and Lifestyle on Financial Management Behavior Among Generation Z”. Kajian tersebut relevan dalam memahami perilaku pengelolaan keuangan generasi muda serta pentingnya penguatan literasi dan tanggung jawab finansial.

Keberagaman topik penelitian yang dibawa oleh perwakilan FEBI UIN SATU memperlihatkan kontribusi keilmuan yang tidak terbatas pada sektor perbankan dan keuangan syariah. Penelitian juga menjangkau tata kelola wakaf digital, sukuk hijau, ekonomi biru, pengukuran dampak zakat produktif, ketenagakerjaan, hingga perilaku keuangan generasi muda. Ragam kajian tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan interdisipliner untuk membangun ekonomi syariah yang inovatif, inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan dalam sesi paralel internasional juga memiliki nilai strategis dalam penguatan budaya akademik. Melalui forum presentasi dan diskusi ilmiah, dosen serta mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengomunikasikan gagasan, mengembangkan argumentasi ilmiah, dan berinteraksi dengan komunitas peneliti dari berbagai institusi. Tradisi ini penting untuk memperkuat kualitas penelitian, meningkatkan kepercayaan diri akademik, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dan publikasi ilmiah pada tingkat internasional.

Bagi FEBI UIN SATU, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam AICIF 2026 merupakan bagian dari komitmen pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan internasionalisasi kelembagaan. Kontribusi ilmiah yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada forum konferensi, tetapi dapat dikembangkan melalui penelitian lanjutan, pengayaan materi pembelajaran, publikasi akademik, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian. Khususnya pada bidang community engagement, temuan dan gagasan akademik dapat menjadi landasan pengembangan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan keuangan sosial Islam, dan peningkatan ketahanan ekonomi komunitas.

Melalui keterlibatan dalam AICIF 2026, FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mendorong budaya riset, kolaborasi internasional, dan sumbangsih keilmuan bagi pembangunan. Partisipasi dosen dan mahasiswa pada forum internasional diharapkan semakin memperkuat ekosistem akademik yang unggul, produktif, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat dalam perspektif ekonomi syariah. (Humas Febi – DS)

Skip to content