Kesempatan yang istimewa ini sedikit berkurang karena Bapak Dekan FEBI, Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag. berhalangan hadir karena ada tugas dan agenda lain. Seminar nasional ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik (Wakil Dekan I) Dr. H. Mashudi, M.Pd.I. Kemudian untuk kelancaran dan keberjalanan acara ini Koorprodi Ekonomi Syariah, Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si. diminta untuk menjadi moderator karena riset beliau yang banyak membahas tentang perbankan syariah.
Pada pembukaan pertama, narasumber membahas tentang lanskap ekonomi global dimana inflasi menjadi momok bagi setiap negara di dunia saat ini. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai pertumbuhan aset keuangan syariah secara global yang disumbangkan paling besar oleh sektor bank syariah dan sukuk. Lebih spesifik lagi beliau memperlihatkan lanskap keuangan syariah di Indonesia dimana aset keuangan syariah ini hanya menyentuh 10,77% sedangkan keuangan konvensional di angka 89,23%.
Hal inilah yang pertama-tama harus menjadi titik berat. Karena kenaikan yang besar pada aset keuangan syariah global ternyata tidak dibarengi dengan kenaikan aset keuangan syariah Indonesia secara bersamaan. Ini terlihat dari marketshare dan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia.
Walaupun begitu kita cukup harus bersyukur melihat perkembangan peringkat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang sangat cepat, walau belum berhasil menduduki peringkat pertama, namun Indonesia telah berhasil menduduki peringkat 2 dan 3 pada lembaga survei yang kredibel dan tersohor yaitu Islamic Finance Development Report dan Global Muslim Travel Index. Perkembangan yang pesat ini tentu tidak bisa langsung terjadi. Banyak sistem yang telah dibuat oleh pemerintah untuk mencapai hal ini seperti yang dapat kita lihat pada gambar.

Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Umum Syariah pun sedang digoyang beberapa hari ini karena mobile banking BSI yang tidak bisa dibuka hingga 4 hari kerja. Bahkan muncul celotehan di masyarakat bahwa BSI adalah BerSabar ya Indonesia.
Di akhir penyampaian materi beliau narasumber berpesan kepada seluruh hadirin bahwa sektor keuangan syariah Indonesia sudah memiliki modal yang besar sehingga PR bersama seluruh kalangan adalah bagaimana memanfaatkan modal tersebut sehingga dapat digunakan untuk produksi-produksi syariah. Semua ini meliputi produsen pakaian, tempat wisata, termasuk makanan dan travel.

Foto bersama panitia dengan narasumber.

Foto bersama narasumber dengan peserta seminar.

Sesi tanya jawab seminar.

Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
