Tangerang Selatan — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berpartisipasi dalam The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF 2026) yang diselenggarakan pada 13–15 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Serpong & Conference Center, Tangerang Selatan. Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengusung tema “Islamic Finance in the Contemporary Global Economy: Innovation, Stability, and Sustainability” dan menjadi forum strategis bagi penguatan kolaborasi akademik, inovasi ekonomi syariah, serta pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Rangkaian kegiatan hari pertama, Selasa (13/10/2026), diawali dengan pembukaan konferensi dan penyampaian materi utama dari sejumlah akademisi serta praktisi ekonomi syariah internasional. Prof. H. Hilman Latief, M.A., Ph.D. mengangkat peran kecerdasan artifisial dalam penciptaan nilai perbankan syariah. Sementara itu, Prof. Dr. M. Kabir Hassan dari University of New Orleans, Amerika Serikat, membahas pentingnya integrasi inovasi, stabilitas, keberlanjutan, dan inklusi dalam sistem keuangan Islam. Prof. Dr. Noraini Mohd Ariffin dari International Islamic University Malaysia turut memperkaya diskusi melalui perspektif kebijakan, perkembangan pasar, dan arah masa depan keuangan syariah ASEAN.

Diskusi akademik dilanjutkan melalui panel Cross-Border Islamic Philanthropy in a Digital Age, yang membahas penguatan zakat, wakaf, filantropi diaspora, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lintas negara. Panel berikutnya mengenai Future Capabilities in Islamic Finance Education in the Age of Artificial Intelligence menegaskan pentingnya transformasi pendidikan ekonomi syariah melalui integrasi kompetensi keuangan, literasi digital, kecerdasan artifisial, dan etika profesional. Rangkaian hari pertama dilengkapi dengan Gala Dinner and Networking Night sebagai ruang penguatan silaturahmi, pertukaran gagasan, dan jejaring akademik internasional.
Memasuki hari kedua, Rabu (14/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi syariah serta panel internasional bertema Reimagining Islamic Finance for the Future: Innovation, Resilience, Sustainability, and Global Impact. Forum ini menghadirkan perspektif mengenai inovasi keuangan, ketahanan ekonomi, pengelolaan risiko, dan kontribusi keuangan syariah terhadap pembangunan berkelanjutan. Salah satu pembahasan penting adalah transformasi dari financial inclusion menuju financial resilience, yakni penguatan kemampuan masyarakat untuk mengelola sumber daya ekonomi, mengembangkan usaha produktif, dan menghadapi berbagai risiko keuangan.
Pada hari kedua juga diselenggarakan sesi presentasi karya ilmiah paralel yang mencakup enam rumpun kajian, yaitu digitalisasi dan teknologi finansial, tata kelola dan etika, keuangan sosial Islam dan pertumbuhan inklusif, ekonomi hijau dan keuangan berkelanjutan, transformasi ekonomi global, serta pengembangan pendidikan dan ekosistem ekonomi halal. Forum tersebut menjadi sarana pertukaran hasil penelitian, penguatan budaya ilmiah, dan pengembangan peluang kolaborasi akademik. Agenda konferensi kemudian dilengkapi dengan rangkaian penghargaan karya ilmiah dan penutupan kegiatan akademik.

Pada hari ketiga, Kamis (15/10/2026), rangkaian AICIF 2026 ditutup melalui agenda kunjungan ke Jakarta Premium Outlet dan IKEA Alam Sutra. Selain menjadi bagian dari kegiatan kebersamaan peserta, kunjungan ke lingkungan ritel modern ini memberikan kesempatan untuk mengenal praktik pemasaran, penataan produk, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan bisnis. Pengalaman tersebut relevan sebagai bahan refleksi akademik dalam menghubungkan teori manajemen dan bisnis dengan praktik dunia usaha, khususnya untuk pengembangan pembelajaran kewirausahaan dan pendampingan UMKM.
Bagi FEBI UIN SATU, keikutsertaan dalam AICIF 2026 memiliki makna strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan internasionalisasi kelembagaan. Berbagai gagasan yang berkembang dalam konferensi menjadi referensi bagi pengayaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, pengembangan penelitian kolaboratif, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat. Konsep Beyond Sharia Compliance menjadi salah satu perspektif penting yang menekankan bahwa ekonomi syariah tidak cukup hanya memenuhi ketentuan formal akad, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata.

Melalui pendekatan community engagement, FEBI UIN SATU memandang pentingnya pengembangan hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi, industri, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut berpotensi mendukung penguatan literasi keuangan, pemberdayaan UMKM, inovasi pemasaran digital, serta peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat. Pengukuran manfaat dan dampak sosial juga menjadi bagian penting agar kontribusi akademik dapat diterjemahkan menjadi program yang terarah, akuntabel, dan berkelanjutan.
Partisipasi FEBI UIN SATU dalam AICIF 2026 sekaligus memperkuat komitmen fakultas untuk terus mengembangkan jejaring akademik internasional dan menghadirkan pendidikan tinggi ekonomi syariah yang adaptif terhadap perkembangan global. Melalui sinergi antara inovasi keilmuan, kolaborasi kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat, FEBI UIN SATU berupaya mendorong pengembangan ekonomi syariah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Humas Febi – DS)