FEBI UIN SATU Tulungagung Gelar Studium Generale tentang Global Islam dan Masa Depan Keuangan Sosial Islam Berkelanjutan

Kontributor:

Tulungagung, 21 Oktober 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui Jurusan Bisnis dan Manajemen menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bertema “Reimagining Islamic Social Finance: Empowering Communities, Financing Sustainability, and Preserving the Environment” pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Teater Lantai 3 Gedung Syaifuddin Zuhri dan menghadirkan dua narasumber, yakni Malika Ouacha, Ph.D. dari Erasmus University, Belanda, serta Diamantin Rohadatul Aisy, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan akademik ini menjadi ruang pengayaan wawasan bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memahami dinamika Islam dalam konteks global (Global Islam), khususnya dalam kaitannya dengan perkembangan keuangan sosial Islam, pemberdayaan masyarakat, pembiayaan berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan.

Acara dihadiri oleh pimpinan universitas dan fakultas, di antaranya Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., serta Dekan FEBI, Prof. Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag., beserta jajaran pimpinan, ketua dan sekretaris jurusan, koordinator program studi, dosen, serta mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UIN SATU. Selanjutnya, Dekan FEBI, Prof. Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa sebelum memasuki sesi utama.

Memahami Global Islam dalam Perspektif Keuangan Sosial Islam

Pembahasan mengenai Global Islam menjadi salah satu konteks penting dalam Studium Generale ini. Dalam perkembangan masyarakat global, Islam tidak hanya dipahami sebagai sistem keyakinan dan praktik keagamaan, tetapi juga sebagai sumber nilai, etika, dan gagasan yang berkontribusi terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dalam konteks tersebut, keuangan sosial Islam memiliki potensi strategis untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. Instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat dikembangkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, memperluas akses terhadap sumber daya ekonomi, serta mendukung inisiatif pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Tema kegiatan ini juga mengajak peserta untuk melihat hubungan antara prinsip-prinsip Islam dan agenda keberlanjutan global. Tantangan seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, keterbatasan akses pembiayaan, serta persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keadilan sosial dan tanggung jawab antargenerasi.

Melalui perspektif tersebut, keuangan sosial Islam dapat ditempatkan sebagai salah satu pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan agenda pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Memperkuat Wawasan Global Mahasiswa

Kehadiran narasumber dari Erasmus University, Belanda, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif akademik mengenai Islam dan dinamika sosial-ekonomi global. Pertemuan akademik ini juga menjadi ruang untuk menghubungkan kajian keislaman dengan perkembangan pemikiran dan praktik keuangan sosial Islam dalam menghadapi tantangan kontemporer.

Bagi mahasiswa di lingkungan FEBI, pemahaman mengenai Global Islam dan keuangan sosial Islam menjadi relevan untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu melihat instrumen keuangan Islam bukan hanya dari aspek pengelolaan dana, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pemberdayaan komunitas, pemerataan kesejahteraan, dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan Studium Generale ini sekaligus memperkuat komitmen FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam mengembangkan ruang pembelajaran yang terbuka terhadap perspektif global dan perkembangan keilmuan kontemporer. Melalui kegiatan akademik semacam ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan pemikiran kritis, memperluas jejaring intelektual, serta memahami potensi ekonomi dan keuangan Islam dalam menjawab tantangan dunia yang terus berubah.

Dengan mengangkat tema keuangan sosial Islam yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, Studium Generale ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi Islam yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (Humas Febi-Sani)

Skip to content