Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menunjukkan perannya dalam penguatan tradisi akademik di tingkat internasional dengan berpartisipasi pada Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) XVI tahun 2025 yang berlangsung di IAIN Pontianak. Forum ilmiah bergengsi ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara untuk membahas isu-isu strategis seputar pengembangan keilmuan Islam, ekonomi syariah, dan pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengirimkan dua delegasi penting, yakni Dekan FEBI, Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag, serta Koordinator Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Ahmad Syaichoni, M.Sy. Kehadiran keduanya tidak hanya sebagai peserta seminar internasional, melainkan juga sebagai presenter yang memaparkan hasil penelitian mereka di hadapan forum internasional. Hal ini menegaskan kontribusi FEBI dalam memperkaya diskursus akademik di tingkat global.
Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag, membawakan paper berjudul “Utilization of Education in Building Socio-Cultural Resilience: Assessment of the Implementation of the National Religious Moderation Program in Indonesia.” Dalam paparannya, beliau menyoroti peran penting pendidikan dalam membangun ketahanan sosial-budaya, sekaligus mengevaluasi implementasi program Moderasi Beragama Nasional di Indonesia. “Pendidikan harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat harmoni sosial. Melalui riset ini, saya ingin menegaskan bahwa program moderasi beragama harus benar-benar berakar pada realitas masyarakat,” ungkap Dr. Chusnul dalam salah satu sesi diskusi.
Sementara itu, Ahmad Syaichoni, M.Sy, mempresentasikan paper berjudul “Integrating Sharia-Based Monetary Instruments with ESG Indicators: A Hybrid Model for Sustainable Islamic Economic Growth.” Kajian ini menawarkan model integratif yang menghubungkan instrumen moneter berbasis syariah dengan indikator Environmental, Social, and Governance (ESG). Gagasannya menekankan pentingnya membangun pertumbuhan ekonomi Islam yang berkelanjutan. “Ekonomi Islam perlu hadir dengan solusi inovatif yang tidak hanya sesuai syariah, tetapi juga relevan dengan tantangan global seperti keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” jelas Ahmad Syaichoni.
Kedua presentasi tersebut memberikan kontribusi akademik yang signifikan pada KAIB XVI 2025, sekaligus memperlihatkan ragam perspektif keilmuan yang dikembangkan di FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Jika Dr. Chusnul menekankan aspek sosial-budaya dan pendidikan, maka Ahmad Syaichoni lebih fokus pada inovasi ekonomi Islam berkelanjutan. Kehadiran keduanya memperkuat citra FEBI sebagai fakultas yang progresif dalam mengembangkan kajian multidisipliner.
Selain menyajikan hasil penelitian, keterlibatan FEBI dalam KAIB 2025 juga menjadi ajang strategis untuk membangun jejaring akademik. Melalui pertemuan dengan para akademisi dari berbagai negara, FEBI berkesempatan memperluas kerja sama dalam bentuk joint research, publikasi internasional, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa. Langkah ini dinilai penting dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan daya saing global perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Acara KAIB XVI 2025 dihadiri oleh berbagai tokoh akademik dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Dengan suasana akademik yang inklusif, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mengintegrasikan pemikiran Islam dengan isu-isu kontemporer global. FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung hadir sebagai representasi dari perguruan tinggi Islam yang progresif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai syariah.
Melalui keikutsertaan dalam KAIB XVI 2025, FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berharap dapat terus memberikan kontribusi akademik yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Partisipasi ini bukan hanya menjadi ajang aktualisasi keilmuan, tetapi juga komitmen berkelanjutan dalam membangun tradisi riset, inovasi, serta penguatan posisi perguruan tinggi Islam Indonesia di mata dunia
