Prodi Manajemen zakat dan wakaf FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung merupakan salah satu PT yang ditunjuk oleh BAZNAS RI untuk mengelola program ini. Sebagai Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf yang berdiri di Provinsi Jawa Timur, kualitas lulusan di Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung harus terus dijaga. FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung secara khusus diundang oleh Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS RI untuk mengelola program ini.
Dalam sambutannya Direktur Puskas BAZNAS RI Hasbi zaenal mengatakan “ekosistem zakat terus tumbuh dengan pesat, zakat sudah bergeser dari semula hanya persoalan kewajiban agama, kini menjadi persoalan ekonomi negara. Dibutuhkan penguatan SDM yang mumpuni untuk mengelola dana ini, karena zakat tidak hanya persoalan bagaimana menghimpun dana lalu menyalurkannya. Lebih dari itu, zakat harus ditinjau dari banyak keilmuan mulai dari fikih, manajemen, manajemen resiko, perencanaan, sosial, ekonomi dan ilmu-ilmu lainnya. Mahasiswa harus dibekali dengan ilmu-ilmu tersebut agar pengelola zakat ke depan bisa professional dan kompeten”. Tutur alumni al-Azhar Kairo ini.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Abad Badruzzaman, Lc., MA. Dalam sambutannya mengatakan “kami mengakui bahwa ada gap antara teori dan praktek. Banyak dosen-dosen yang berangkat dari keilmuan umum, sebenarnya mereka sangat mumpuni dengan keilmuannya, akan tetapi jika mengajar di manajemen zakat dan wakaf mereka belum begitu menguasai. Dengan adanya LMZ dan sertifikasi amil untuk para dosen, akan mengurangi gap tersebut”.
Setelah berdiskusi dan berdialog panjang, acara rapat audiensi ditutup dengan penyerahan pedoman dan Standar Operasional Prosedur (SOP) LMZ dari BAZNAS RI kepada rombongan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
