SATU ICON FEBI UIN SATU Perkuat Semangat Ekoteologi melalui Penanaman Pohon Jacaranda

Kontributor:

Tulungagung, 8-10 September 2026 – Rangkaian SATU ICON Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tidak hanya menjadi ruang pengembangan akademik dan penguatan jejaring kelembagaan, tetapi juga menghadirkan pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon Jacaranda. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar FEBI dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Penanaman pohon tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap semangat Ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. Kementerian Agama menempatkan Ekoteologi sebagai salah satu program prioritas melalui Asta Protas, dengan mendorong tumbuhnya kesadaran ekologis yang berlandaskan nilai-nilai agama. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa yang dilaksanakan secara nasional dan menyasar berbagai lingkungan, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

Dalam konteks tersebut, penanaman Jacaranda dalam rangkaian SATU ICON dapat dimaknai sebagai bagian dari semangat yang sama, yakni menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik nyata kehidupan akademik. Meskipun jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan SATU ICON adalah Jacaranda dan bukan Matoa, substansi kegiatan ini sejalan dengan pesan ekoteologi yang mendorong sivitas akademika untuk tidak berhenti pada pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan kewajiban moral dan keagamaan, tetapi menerjemahkannya dalam tindakan nyata.

Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya menegaskan bahwa gerakan penghijauan Kementerian Agama merupakan upaya memberikan keteladanan dalam pelestarian alam. Gerakan tersebut dilakukan bersama keluarga besar Kementerian Agama dan berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.

Semangat tersebut memiliki relevansi kuat dengan kehidupan perguruan tinggi. Kampus bukan hanya tempat berlangsungnya proses pendidikan dan penelitian, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai bagi generasi muda. Karena itu, kesadaran ekologis perlu menjadi bagian dari pengalaman pendidikan mahasiswa. Penanaman pohon menjadi bentuk sederhana yang memungkinkan mahasiswa dan sivitas akademika menerjemahkan nilai kepedulian terhadap lingkungan ke dalam tindakan konkret.

Bagi FEBI, pesan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan perspektif ekonomi dan bisnis Islam. Aktivitas ekonomi tidak dapat dilepaskan dari keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Pembangunan ekonomi yang berorientasi pada masa depan perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan ekologis. Dalam perspektif ini, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar isu tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Penanaman Jacaranda dalam SATU ICON juga menjadi simbol bahwa pembangunan institusi tidak hanya diukur melalui capaian akademik, publikasi, kerja sama, maupun prestasi mahasiswa, tetapi juga melalui sejauh mana lembaga pendidikan mampu membangun budaya yang peduli terhadap lingkungan. Pohon yang ditanam hari ini menjadi investasi ekologis yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi berikutnya mengenai pentingnya merawat alam.

Melalui kegiatan penanaman pohon Jacaranda dalam rangkaian SATU ICON, FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut memperkuat pesan bahwa pendidikan, agama, ekonomi, dan kepedulian lingkungan memiliki hubungan yang saling melengkapi. Penanaman pohon menjadi simbol sederhana dari sebuah komitmen yang lebih besar: membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis serta tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kehidupan. Dengan demikian, SATU ICON tidak hanya meninggalkan jejak melalui gagasan dan kolaborasi akademik, tetapi juga melalui sebuah tindakan nyata untuk merawat lingkungan. Menanam pohon hari ini adalah menanam harapan bagi masa depan. (Humas Febi-BTD)

Skip to content