Mewujudkan Keunggulan Intelektual: Dosen PDES Berpartisipasi dalam Forum Internasional Bergengsi

Kontributor:

Malaysia – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung meyakini bahwa kebahagiaan adalah aspirasi universal yang diperjuangkan oleh setiap individu. Kebahagiaan merupakan tujuan fundamental dalam kehidupan manusia yang mencakup tidak hanya kesejahteraan fisik dan spiritual, tetapi juga mengintegrasikan dimensi duniawi dan ukhrawi. Pemahaman menyeluruh ini menggambarkan esensi sejati dari kebahagiaan yang hakiki.

Berdasarkan Surat Tugas No. 3905/Un.18/08/2025 yang diterbitkan oleh Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dua dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam—Dr. Mashudi dan Prof. Dr. Agus Eko Sujianto—ditunjuk sebagai pembicara dalam forum internasional yang diselenggarakan oleh International Islamic University Malaysia (IIUM). Seminar yang berjudul “Dampak Korupsi, Pengangguran, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kebahagiaan Rakyat ASEAN” ini berlangsung pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, di Ruang Pertemuan Al-Shafie, Lantai 2, Gedung IRK, IIUM.

Forum akademik bergengsi ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli yang berkompeten di bidangnya, antara lain:

  • Assoc. Prof. Dr. Sayyed Mohamed Muhsin, selaku Kepala Departemen Fiqh dan Usul al-Fiqh di AHAS KIRKHS, yang memiliki pengalaman luas dalam kajian hukum Islam klasik dan kontemporer.
  • Assoc. Prof. Dr. Raudlatul Firdaus Fatah Yasin dan Asst. Prof. Dr. Saidatolakma Mohd Yunus, anggota Unit Riset Fiqh Kontemporer di International Islamic University Malaysia (IIUM), yang fokus pada penelitian dan pengembangan ilmu fiqh modern.
  • Dr. Mashudi dan Prof. Dr. Agus Eko Sujianto, perwakilan dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia, yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam serta kajian interdisipliner terkait.

Seminar ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Sudan, Nigeria, India, Bangladesh, Palestina, Afghanistan, Malaysia, dan Indonesia.

Dalam forum tersebut, Dr. Muhsin menekankan bahwa kebahagiaan merupakan kebutuhan dasar manusia. Tanpa kebahagiaan, individu rentan mengalami kesedihan yang pada gilirannya berdampak negatif terhadap produktivitas baik dalam konteks pembelajaran maupun profesional. Dr. Raudlatul lebih lanjut menyoroti bahwa pengelolaan emosi merupakan faktor kunci dalam mencapai kebahagiaan. Sejalan dengan pandangan tersebut, Dr. Akma menegaskan pentingnya keseimbangan emosional dalam menciptakan ketenangan pribadi dan keharmonisan sosial.

Sementara itu, penelitian yang dipresentasikan oleh Dr. Mashudi dan Prof. Dr. Agus Eko mengungkapkan bahwa kebahagiaan masyarakat, yang diukur melalui indeks kebahagiaan, sangat dipengaruhi oleh tingkat korupsi—diukur menggunakan Indeks Persepsi Korupsi—serta pertumbuhan ekonomi. Pengujian hipotesis yang mereka lakukan menghasilkan temuan yang telah terverifikasi secara empiris.

Sebagai penutup, Koordinator Unit Penelitian Fikih Kontemporer di IIUM menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi yang diberikan oleh para akademisi dan peneliti, mengakui pentingnya wawasan mereka bagi kemajuan ilmu pengetahuan—terutama dalam bidang kebahagiaan dan faktor-faktor penentunya. Ke depan, sangat penting untuk meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas kolaborasi seminar internasional seperti ini, guna bersama-sama mendukung pengembangan peradaban global yang berkelanjutan dan tercerahkan. (Humas FEBI – Sani)

Skip to content