Satu hal yang istimewa pada yudisium ke-20 ini adalah narasumbernya. Narasumber yang hadir pada yudisium ke-20 ini adalah Ruchman Basori, M.Ag. Ketua Project Management Unit Beasiswa Indonesia Bangkit (PMU-BIB) Kementerian Agama (Kemenag). Beliau juga menjabat Kepala Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Beliau banyak menjelaskan terkait kepemudaan dan beasiswa pada kesempatan yang sangat baik ini. Salah satu hal yang cukup menarik atensi calon wisudawan adalah kata-kata beliau "Sambil mencari pekerjaan idaman, tidak ada salahnya daftar beasiswa S2". Ini sangat menjelaskan bahwa tidak harus setelah kuliah langsung kerja. Bisa jadi pilihannya adalah setelah kuliah, kuliah lagi. Begitulah prinsip yang harus dipegang, memanfaatkan seluruh kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya.
Beliau juga menyinggung terkait tahun 2045 adalah tahun yang bagus untuk Indonesia. Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi. Artinya usia kerja mencapai puncaknya pada tahun tersebut. Bagus di awal paragraf memiliki persyaratan yang tidak mudah. Satu hal yang penting adalah bagaimana tahun 2045 setiap usia kerja memiliki skill dan kompetensi sehingga dapat mengisi tempat-tempat strategis demi kemajuan bangsa.
Bagai pisau bermata dua, jika pemuda saat itu tidak dibekali dengan baik akan menjadi SDM yang tidak berkualitas. Sehingga yang terjadi pun akan sebaliknya yaitu banyak pengangguran usia produktif. Banyaknya pengangguran dapat meningkatkan kriminalitas dalam berbagai penelitian. Hal inilah yang harus dicegah sedari dini. Alokasi dana Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) sebesar 950 Milyar harus dimanfaatkan dengan baik demi tercapainya SDM berkualitas di tahun 2045



