Tulungagung, 4 September 2026 — FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan Visiting Lecture di Aula Gedung Prajna Paramitha. Kegiatan ini menghadirkan Syaikh Muhammad Fayez Hussen Al-Ghoul, Ph.D., akademisi asal Gaza, Palestina yang kini menjadi dosen di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Mengangkat tema “Transforming Global Challenges Into Sustainable Opportunities”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik melalui perspektif internasional sekaligus memahami berbagai persoalan lingkungan yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Dekan FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Hj. Qhusnul Khotimah, M.Ag. Selain Ibu Dekan, kegiatan ini turut dihadiri jajaran birokrasi FEBI, yakni Dr. Mashudi, M.Pd.I., selaku Wakil Dekan II FEBI, Dr. Muniri, M.Pd., selaku Wakil Dekan III FEBI, Dr. Muhamad Aqim Adlan, S.Ag., S.Pd., M.E.I., selaku Ketua Jurusan Ekonomi, serta Dr. Hj. Amalia Nuril Hidayati, S.E., M.Sy., selaku Koordinator Program Studi Perbankan Syariah. Suasana kegiatan semakin meriah dengan kehadiran dan partisipasi Duta FEBI yang turut memeriahkan rangkaian acara.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari tujuh program studi di lingkungan FEBI, meliputi Perbankan Syariah, Manajemen Keuangan Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah, Pariwisata Syariah, serta Manajemen Zakat dan Wakaf. Keikutsertaan mahasiswa lintas program studi memberikan kesempatan untuk memperkaya perspektif dalam memahami persoalan ekonomi dan lingkungan dari berbagai sudut pandang keilmuan.

Dalam pemaparannya, Syaikh Muhammad Fayez Hussen Al-Ghoul, Ph.D. membahas persoalan polusi di Indonesia sebagai salah satu tantangan global yang perlu mendapatkan perhatian serius. Pembahasan mencakup persoalan sampah plastik, pencemaran udara dan air, serta emisi yang berasal dari sektor energi, industri, transportasi, dan pembakaran terbuka. Menurut pemaparan tersebut, persoalan lingkungan tidak dapat dipandang hanya sebagai masalah ekologis karena dampaknya juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, produktivitas, kesejahteraan, dan kondisi perekonomian.
Persoalan lingkungan tersebut kemudian dilihat sebagai peluang untuk menciptakan model pembangunan yang lebih berkelanjutan. Salah satunya melalui penerapan ekonomi sirkular, yaitu mengubah sampah dan limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi melalui pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, maupun pengolahan menjadi energi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian masalah lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penciptaan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.
Dalam perspektif Islam, pembahasan mengenai lingkungan juga dikaitkan dengan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Manusia memiliki amanah untuk menjaga keseimbangan alam dan mencegah terjadinya kerusakan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi perlu mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kemaslahatan masyarakat, bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata.
Syaikh Muhammad Fayez juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, organisasi, dan sektor swasta dalam menghadapi persoalan lingkungan. Penguatan regulasi, inovasi teknologi, edukasi masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa mengikuti pemaparan dan diskusi dengan aktif, terutama ketika membahas keterkaitan antara persoalan lingkungan, ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan nilai-nilai Islam. Interaksi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat bahwa berbagai tantangan global dapat dikaji sekaligus direspons melalui pendekatan akademik dan inovasi yang tepat.
Kegiatan Visiting Lecture ini memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kehadiran akademisi dari IIUM juga menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu-isu ekonomi dan lingkungan dalam konteks internasional.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami tantangan global, tetapi juga mampu melihat peluang di balik persoalan tersebut. Dengan mengintegrasikan wawasan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan nilai-nilai Islam, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.