FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Gelar Visiting Lecturer Bahas Peran Ekonomi Syariah dalam Ekosistem Haji

Kontributor:

Tulungagung, 2 Oktober 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer dengan mengangkat tema “The Role of Sharia Economics and The Inclusiveness of Sharia Financial Institutions in Hajj Ecosystem and DSN-MUI”, Jumat, 2 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Syaifuddin Zuhri Lantai 6 tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa di lingkungan FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan ekonomi syariah dan peran lembaga keuangan syariah dalam membangun ekosistem haji yang inklusif.

Visiting Lecturer menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman pada bidang ekonomi syariah, penyelenggaraan haji dan umrah, serta kelembagaan syariah. Salah satu narasumber utama adalah Prof. Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag., MA., Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah. Kehadiran Jaenal Effendi memberikan perspektif strategis mengenai pengembangan ekosistem ekonomi haji dan peluang keterlibatan berbagai sektor dalam aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah. Profil beliau sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah juga tercantum dalam agenda konferensi ekonomi syariah nasional tahun 2026.

Selain itu, kegiatan menghadirkan Prof. Dr. KH. Hasanudin, M.Ag., yang memiliki kepakaran dalam bidang fikih muamalah dan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kelembagaan serta tata kelola ekonomi syariah melalui DSN-MUI. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mencatat Hasanudin sebagai Guru Besar bidang Fikih Muamalah, sementara sumber MUI dan publikasi terkait ekonomi syariah juga mencatat perannya dalam Badan Pelaksana Harian DSN-MUI.

Narasumber lainnya adalah Dr. H. Mahmudi, S.Ag., M.A., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur. Kehadiran perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur memberikan perspektif regional mengenai penyelenggaraan haji sekaligus pengembangan ekosistem haji dan umrah di Jawa Timur. Dalam berbagai kegiatan sebelumnya, Mahmudi juga menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Kehadiran Rektor menegaskan dukungan institusi terhadap penguatan budaya akademik dan pengembangan jejaring keilmuan, khususnya dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya kegiatan akademik semacam Visiting Lecturer sebagai sarana mempertemukan sivitas akademika dengan para praktisi, birokrat, dan akademisi yang memiliki pengalaman langsung dalam pengembangan ekonomi syariah. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa sekaligus memperkuat relevansi pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan sektor ekonomi syariah di tingkat nasional.

Tema yang diangkat dalam Visiting Lecturer menjadi semakin relevan seiring berkembangnya konsep ekosistem ekonomi haji di Indonesia. Haji tidak hanya dipahami sebagai rangkaian aktivitas ibadah, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan syariah, konsumsi, transportasi, akomodasi, makanan dan minuman halal, perdagangan, hingga keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Dalam konteks tersebut, penguatan lembaga keuangan syariah menjadi salah satu bagian penting. Lembaga keuangan syariah memiliki peran dalam menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat yang berkaitan dengan persiapan dan penyelenggaraan ibadah haji. Sebagai contoh, kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah dengan lembaga perbankan syariah telah diarahkan pada penguatan layanan pengelolaan keuangan haji dan pelayanan bagi calon jemaah.

Pembahasan mengenai inklusivitas juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Ekosistem haji yang inklusif tidak hanya menyangkut kemudahan akses layanan keuangan bagi calon jemaah, tetapi juga bagaimana manfaat ekonomi dari aktivitas haji dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Pengembangan ekosistem haji saat ini, misalnya, juga diarahkan pada peningkatan keterlibatan produk dalam negeri dan UMKM dalam rantai pasok kebutuhan jemaah. Pemerintah telah mendorong pemanfaatan produk domestik untuk kebutuhan haji serta membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk masuk dalam rantai pasok ekonomi haji dan umrah.

Melalui forum akademik ini, mahasiswa FEBI memperoleh kesempatan untuk memahami bahwa ekonomi syariah tidak berhenti pada pembahasan teori mengenai transaksi dan lembaga keuangan, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana prinsip-prinsip syariah diterapkan dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih luas, termasuk dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Kegiatan Visiting Lecturer berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Para peserta memperoleh kesempatan untuk menyimak pemaparan narasumber sekaligus memperdalam isu-isu aktual mengenai ekonomi syariah, kelembagaan keuangan syariah, tata kelola haji, serta peluang pengembangan ekonomi nasional melalui ekosistem haji dan umrah.

Bagi FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi dan pengembangan jejaring akademik, sekaligus mempertemukan pembelajaran di ruang kelas dengan perkembangan aktual dunia ekonomi dan keuangan syariah.

Melalui Visiting Lecturer tersebut, FEBI berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman konseptual mengenai ekonomi syariah, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara ekonomi syariah, industri keuangan syariah, kebijakan publik, dan ekosistem haji sebagai bagian dari dinamika ekonomi masyarakat yang terus berkembang.

“The Role of Sharia Economics and The Inclusiveness of Sharia Financial Institutions in Hajj Ecosystem and DSN-MUI” pada akhirnya menjadi ruang akademik yang mempertemukan perspektif pemerintah, akademisi, lembaga syariah, dan perguruan tinggi dalam membicarakan masa depan ekosistem haji yang lebih terintegrasi dan inklusif. (Humas Febi – Sani)

Skip to content