FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Dukung Penguatan Keuangan Islam Global melalui AICIF 2026

Kontributor:

Tulungagung — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut mendukung penguatan kolaborasi akademik internasional di bidang ekonomi dan keuangan Islam melalui partisipasinya sebagai co-host dalam kegiatan ASEAN University International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2026. Konferensi internasional ini diselenggarakan pada 13–15 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel BSD & Conference Center, Serpong, Tangerang Selatan.

AICIF 2026 mengangkat tema “Islamic Finance in the Contemporary Global Economy: Innovation, Stability, and Sustainability”, yang menyoroti peran inovasi, stabilitas, dan keberlanjutan dalam pengembangan keuangan Islam di tengah dinamika ekonomi global. Kegiatan ini menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, regulator, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring kerja sama di bidang ekonomi dan keuangan Islam.

Keterlibatan FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sebagai co-host merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik lintas perguruan tinggi serta mendukung pengembangan penelitian dan inovasi di bidang ekonomi syariah. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi penguatan kontribusi perguruan tinggi Islam Indonesia dalam diskursus keuangan Islam di tingkat ASEAN maupun global.

Menghadirkan Diskusi Strategis tentang Masa Depan Keuangan Islam

Rangkaian AICIF 2026 tidak hanya berfokus pada konferensi utama, tetapi juga mencakup program Road to AICIF 2026 yang diselenggarakan sepanjang tahun. Program tersebut meliputi empat sesi Expert Series pada Mei hingga Agustus 2026 serta dua kelompok Short Course dengan total empat seri pada Agustus dan September 2026.

Berbagai topik strategis dibahas dalam rangkaian kegiatan tersebut, mulai dari wakaf untuk keberlanjutan pendidikan tinggi, pasar modal global, hubungan antara teori dan praktik ekonomi Islam, hingga penguatan ekosistem keuangan Islam. Program Short Course juga membahas inovasi keuangan syariah, instrumen filantropi Islam, serta pengembangan keuangan etis yang berorientasi pada keberlanjutan global.

Rangkaian pra-konferensi tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas akademik peserta sekaligus menjembatani hasil kajian ilmiah dengan kebutuhan industri dan kebijakan. Dengan demikian, AICIF 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mendorong pertukaran pengetahuan secara berkelanjutan.

Forum Internasional untuk Kolaborasi dan Diseminasi Riset

Pada konferensi utama, peserta mengikuti sejumlah agenda akademik, di antaranya keynote address, diskusi panel internasional, serta sesi presentasi makalah ilmiah. Pembahasan mencakup filantropi Islam lintas negara di era digital, masa depan pendidikan keuangan Islam pada era kecerdasan buatan, kebijakan dan regulasi keuangan Islam, serta inovasi dan keberlanjutan dalam sistem keuangan global.

Sesi presentasi makalah dilaksanakan dalam enam ruang tematik dengan melibatkan 53 presenter. Tema yang dibahas meliputi digitalisasi dan teknologi finansial, tata kelola dan etika, keuangan sosial Islam dan pertumbuhan inklusif, ekonomi hijau dan keuangan berkelanjutan, transformasi global dan studi komparatif, serta masa depan pendidikan dan penelitian keuangan Islam.

Konferensi juga menghadirkan agenda pengembangan publikasi ilmiah melalui peluncuran book chapter AICIF. Luaran tersebut menjadi salah satu bentuk upaya memperluas diseminasi pemikiran akademik dan memperkuat kontribusi penelitian dalam pengembangan keuangan Islam.

Memperkuat Jejaring Perguruan Tinggi di Kawasan ASEAN

AICIF 2026 melibatkan perguruan tinggi dari Indonesia dan sejumlah negara di kawasan ASEAN. Berdasarkan laporan kegiatan, institusi yang terafiliasi sebagai co-host antara lain International Islamic University Malaysia (IIUM), Sultan Sharif Ali Islamic University (UNISSA) Brunei Darussalam, Mindanao State University (MSU) Filipina, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Islam Sultan Agung Semarang (UNISSULA), Universitas Darussalam Gontor, serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kolaborasi lintas institusi ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang lebih kuat, terutama dalam pengembangan riset kolaboratif, pertukaran perspektif internasional, dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan industri keuangan syariah.

Bagi FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, partisipasi sebagai co-host dalam AICIF 2026 menjadi bagian dari kontribusi institusional dalam mendukung internasionalisasi akademik dan penguatan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam. Melalui keterlibatan dalam forum internasional, FEBI diharapkan semakin memperluas peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ke depan, forum seperti AICIF diharapkan terus menjadi wadah strategis untuk mempertemukan riset, praktik industri, dan kebijakan publik guna mendorong pengembangan keuangan Islam yang inovatif, stabil, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat global. (Humas Febi – Sani)

Skip to content